membuat antenna J-Pole untuk VHF-UHF

A station is only as effective as its antenna system
J Pole dual band Antenna 

Banyak artikel tentang antenna J-Pole untuk 2 M Band atau dualband (144/440) dapat ditemukan di internet (contohnya : http://www.hamuniverse.com/jpole.html), tetapi belum ada yang sesuai dengan band plan YB yang frekuensi UHF-nya 430-440 MHz, biasanya band UHF-nya akan dimulai dari 440 MHz dan swr 1:1 akan didapat pada frekuensi 450 MHz.
Berdasarkan beberapa referensi dari internet saya mencoba untuk membuat J-Pole antenna yang cocok untuk band di YB.
Hasil dari percobaan saya adalah sbb :

elemen panjang (long section)  = 155  cm
elemen pendek (short section) = 53 cm
spasi antar elemen (spacing) = 4 cm
feed point pada elemen panjang = 6,5cm
feed point pada elemen pendek = 2 cm
pegangan antenna = panjang "bebas", jangan kena ground (isolated from ground)!

Hasil yang didapat sbb :

pada band amatir YB :
144 MHz = swr 1:1,1
148 MHz = swr 1:1,3

430 MHz = swr 1:1,2
435 MHz = swr 1:1
440 MHz = swr 1:1,2

diluar band amatir YB :
140 MHz = swr 1:1,3
142 Mhz = swr 1:1,2
150 MHz = swr 1:1,5

425 MHz = swr 1:1,4
445 MHz = swr 1:1,4

FRS/GMRS
pada band FRS/GMRS (462 MHz & 467 MHz) swr ada pada sekitar 1:1,3

Pada percobaan ini saya menggunakan radio FT-8900R dengan power pada VHF sekitar 50 watt dan pada UHF sekitar 35 watt.
Semoga bermanfaat.

salam,
Purwoko E. Nugroho – YCØHLE@GMAIL.COM

49 Replies to “membuat antenna J-Pole untuk VHF-UHF”

  1. maksudnya antara 136-520 itu diantara kedua frekuensi tersebut ?
    kalau demikian maksudnya tidak bisa dengan desain ini, harus dengan antenna wideband, misalnya Log periodic.
    Tetapi kalau maksudnya di frekuensi 136 DAN 520 maka bisa dilakukan pengukuran untuk frekuensi 136 MHz dan 520 MHz.
    136 MHz : ((300/136) x 0.95) / 4 = 52.39 cm
    520 MHz :((300/520) x 0.95) / 4 = 13.70 cm
    Feed point maksudnya posisi koneksi antara kabel dan antenna.

  2. Iya om mksdnya biar bsa mancar antara 136 sampai 520 om, berarti g bsa pake antena diatas ya,
    Saya kira dual band bsa pake yg model om buat itungannya hehe,
    Pupus jd buat antenanya hiks

    Ga ada cara lain ya om bkin antena sederhana tp bsa mencakup rentang yg kita ingin kan ya om?

    Sama satu lg, berarti antena yg diatas om buat, bsa jalan di frek brp aja om?

  3. Anda pakai radio merk dan type apa yang bisa bekerja dari 136 sampai 520 ? Arti kata 136 sampai 520 itu adalah frekuensi yang ada dari 136 sampai 520, yaitu 136 137 138 … dan seterusnya lalu ada 200 201 202 dan seterusnya, lalu ada lagi 300 301 302 dan seterusnya sampai ketemu angka 520. Radio dengan jangkauan seperti itu hanya dimiliki militer dan badan2 resmi pemerintah.
    Kalau antenna yang saya buat di atas bisa Anda baca lagi tulisan lebih hati2. Ada penjelasan detailnya yaitu hasil pengujiannya bahwa antenna tersebut bekerja baik pada frekuensi2 yang saya sebutkan di atas.

  4. Karena saya anggota Amatir radio maka saya hanya menyampaikan hasil uji di band amatir radio saja ditambah sedikit uji di frekuensi FRS/GMRS. Untuk frekuensi lainnya saya tidak lakukan pengujian.
    Kalau sekedar untuk receive, bisa saja antenna tersebut digunakan pada rentang 136 – 520.
    Saya post ulang hasil pengujian memancar menggunakan antenna tersebut sbb :

    Hasil yang didapat sbb : 
    pada band amatir YB : 144 MHz = swr 1:1,1 148 MHz = swr 1:1,3 430 MHz = swr 1:1,2 435 MHz = swr 1:1 440 MHz = swr 1:1,2 diluar band amatir YB : 140 MHz = swr 1:1,3 142 Mhz = swr 1:1,2 150 MHz = swr 1:1,5 425 MHz = swr 1:1,4 445 MHz = swr 1:1,4 FRS/GMRS pada band FRS/GMRS (462 MHz & 467 MHz) swr ada pada sekitar 1:1,3

  5. Ane pake baofeng gt-3tp om hehe, mksdnya 136-174 trus 400-520 om, 😀
    Buat keperluan rx tx jg si, kalau2 ada yg mengudara di rentang frek ht dual band yg saya punya 🙂

  6. Oh, saya kira pakai radio wideband transmitter.
    kalau pakai radio tersebut berarti hanya receive di antara band2 tersebut. Transmit hanya di VHF dan UHF.
    dicoba saja desain di atas.

  7. Malam om purwo,utk frekuensi yg saya inginkan saya sudah paham bagaimananya tentang yg panjang dan yg pendeknya. Tapi untuk titik pointnya gmana om? Apakah masih tetap di angka yg om sebutkan yaitu 6,5cm dan 2cm? Apakah ada penyesuaian lagi om?

  8. Salam kenal dan terimakasih atas komentarnya.
    Kita bisa pakai tools yang ada untuk menghitung antenna, tapi untuk kondisi masing2 orang (termasuk lokasi dan situasi) maka kita bisa saja merubah sedikit dari rumus yang ada (termasuk pengaruh vf dan kualitas material yang kita pakai).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *