Award

merupakan penghargaan atas QSO (komunikasi) yang dilakukan oleh seorang Amatir Radio.

contoh award dari dalam negeri

Contoh award dari luar negeri

3/4 Lambda 2m band Antenna

A station is only as effective as 
its antenna system
 3/4 Lambda 2m Band Antenna
coil 4 lilit dengan diameter 1″

whip 142.5cm

143.500 MHz = 1.10 SWR
144.000 MHz = 1.20 SWR
144.500 MHz = 1.22 SWR
145.000 MHz = 1.10 SWR
145.500 MHz = 1.08 SWR
146.000 MHz = 1.02 SWR
146.500 MHz = 1.00 SWR
147.000 MHz = 1.00 SWR
147.500 MHz = 1.02 SWR
148.000 MHz = 1.10 SWR
148.500 MHz = 1.14 SWR
149.000 MHz = 1.20 SWR

Antenna J-Pole untuk Televisi

Setelah menerima beberapa pertanyaan seputar antenna TV tipe J-Pole dan Bazooka, yang kebanyakan merasa sulit membuatnya, saya coba buatkan petunjuk membuat antenna TV yang “semoga” lebih mudah dilakukan.

Persiapkan alat-alat seperti yang ada di gambar 1. Ada yang lupa 🙂 soldernya belum difoto

Saya menggunakan kawat las kuningan sebagai batang antenna. 
Atau boleh pakai kawat tembaga atau kawat pengikat yang berukuran 2 mm.

Panjang yang dibutuhkan adalah sekitar 48 cm

Buat tanda menggunakan spidol pada ukuran 35 cm dari ujung kawat pertama (anggap saja sebelah kiri)

Buat tanda menggunakan spidol pada ukuran 12 cm dari ujung kawat lainnya (anggap saja sebelah kanan)

Maka di bagian tengah akan ada tanda seperti di bawah ini (jarak antara tanda sekitar 1 cm)

Jepit area tersebut menggunakan tang
Lalu tekuk kawatnya menjadi seperti ini
Lakukan penekukan pada kedua sisi sehingga menjadi seperti ini
Siapkan kabel antenna (coax) kupas bagian luarnya sehingga menjadi seperti ini
Hubungkan kabel tersebut ke kawat antenna
Lilit, lalu solder kabel ke kawat
Lindungi sambungan2 tersebut dengan isolasi, lalu pasang dimana anda suka.
Kareana posisi rumah saya termasuk “enak”, maka antenna tersebut saya letakkan di atas lemari kamar saja.
Harga batang las kuningan hari ini 20-02-2014 sekitar Rp.12ribu s/d Rp.15 ribu, bisa dibeli di toko besi.
Kemampuan antenna ini lebih baik dari antenna Bazooka karena ada faktor panjang antenna yang 5/8 lambda, sehingga penerimaannya lebih baik dari antenna 1/2 lambda.
selamat mencoba 🙂

Antenna Bazooka untuk TV UHF

Kebetulan ada sisa alumunium ukuran 3/8″ yang sayang untuk dibuang, iseng2 diukur ternyata panjangnya sekitar 17cm.
Supaya bermanfaat, dicari artikel yang berkenaan dengan antenna, dan ternyata ada antenna double-bazooka yang menjanjikan lebar band yang memadai bila dioperasikan untuk TV UHV.
Mulailah dicari material pelengkap lainnya, seperti batang bagian tengah antenna, dan pilihan jatuh kepada jari2 sepeda.
Selain dari itu dicari juga bahan isolator agar tabung alumunium tidak bersentuhan dengan jari2 sepeda, pilihan jatuh kepada karet bekas sandal jepit yang sudah tidak terpakai.
Maka mulailah proses merakit antenna double-bazooka untuk TV UHV seperti yang ada pada gambar di atas.
Penjelasan :
tanda biru menunjukkan koneksi antara jari2 sepeda dengan tabung alumunium
tanda kuning menunjukkan isolator antara jari2 sepeda dengan tabung alumunium

ATAU…

Gunakan kabel RG-8 sebagai pengganti material alumunium dan jari2 sepeda.


ps:
terimakasih untuk sdr Antonius Simamora yang telah memberikan ide untuk menulis artikel ini.
semoga percobaannya sukses.

membuat antenna TV ! UPDATE pada bagian terakhir

Gambar kurang bagus, berbayang
Seringkali kita merasa jengkel dengan buruknya penerimaan pancaran dari stasiun televisi yang kebetulan menyiarkan acara menarik.
Sudah berbagai cara diupayakan agar penerimaan menjadi lebih baik, dimulai dengan meningikan antenna, mengganti dengan antenna yang lebih banyak element-nya, sampai dengan memasang booster antenna.
Dari upaya-upaya yang dilakukan, kebanyakan hasilnya malah bikin senewen, karena kondisi penerimaan pancaran stasiun TV semakin buruk.
Hal ini disebabkan oleh posisi pemancar-pemancar televisi yang tidak pada satu arah dengan antenna televisi kita yang pada umumnya merupakan antenna tipe Yagi.


Bayangan yang agak samar sebelum dipasang booster malah jadi lebih tebal/jelas, salah satu stasiun televisi penerimaannya semakin buruk, dan lain-lain adalah akibat dari usaha-usaha yang sudah kita lakukan tersebut di atas.
Sebenarnya hal tersebut adalah wajar dan normal, mengingat karakter antenna Yagi adalah menerima pancaran terbaik  dari arah depan antenna dan pancaran dari stasiun televisi di”samping” atau di “belakang” antenna Yagi, jangan salahkan antenna atau booster Anda.
Dari kondisi ini perlu kita maklumi kalau kita tetap berpegang teguh pada tipe Yagi tersebut maka selamanya akan mengalami permasalahan yang sama.
Untuk itu perlu dipikirkan solusi yang tepat agar kondisi ini dapat diatasi dengan baik dan dengan biaya murah.
Antenna Isotropis
Jikalau posisi rumah Anda berada tidak segaris dengan stasiun-stasiun televisi yang ada, maka lebih baik anda lepas semua elemen yang ada di antenna Yagi Anda, sisakan elemen utama antenna anda, biasanya dapat kita kenali dengan adanya titik sambungan kabel pada elemen tersebut.
Dengan cara ini, maka Anda telah mendapatkan antenna tipe Isotropis, yang menerima pancaran dari segala arah tanpa ada halangan ataupun pengarahan.
Sudah selesai ? sudah puas dengan hasil yang didapat ?  Ternyata belum juga berhasil.  Masih ada penerimaan buruk pada beberapa Channel, kenapa ya ?
Ternyata untuk band televisi terdapat beberapa jangkah frekuensi, dari VHF L, VHF H, UHF, Ha ?? apa lagi ini ?
Dalam konsensus internasional, stasiun TV dapat memancar dari 3 Band, yaitu :
VHF L : 48,25 MHz s/d 67, 75 MHz
VHF H : 174.25 s/d 229,75 MHz
UHF    : 472.25 MHz s/d 788.75 MHz
Sekiranya ada 12 stasiun TV di Indonesia, maka tentunya frekuensinya akan tersebar diantara frekuensi-frekuensi tersebut di atas.
Kalau kita ingin mendapatkan antenna yang mempunyai kemampuan menerima sinyal dari banyak frekuensi, solusinya adalah : Log Periodic Yagi atau Multiband Antenna.
Log Periodic Yagi
Merupakan antenna yang berkemampuan menerima pancaran dengan jangkah yang lebar(Wide Band), berbentuk seperti antenna Yagi, tetapi sesungguhnya bukan antenna pengarah.


Lalu bagaimana mengatasi masalah ini ?
Yang belum dibahas adalah Multiband Antenna.
Untuk Multiband Antenna, kemampuanya hanya dapat menerima pada band-band yang dirancang. Banyak jenis Multiband Antenna, tapi khusus untuk masalah ini yang dibahas adalah Multiband Antenna tipe J-Pole.
J-Pole Antenna biasanya dapat dioperasikan sebagai Dual Band, yaitu bekerja pada Band desain  dan pada triple harmonic dari frekuensi desain.
Sekiranya kita hendak membuat antenna dual band untuk TV maka yang paling mungkin adalah dengan mendesain antenna pada frekuensi 205 MHz (sebagai frekuensi desain pada band VHF H.  Keuntungan dari desain ini adalah Triple Harmonic-nya adalah pada frekuensi 615 MHz merupakan frekuensi tengah UHF.
Lalu bagaimana dengan frekuensi VHF L ? secara sederhana anggap saja frekuensi desain 205 MHz adalah frekuensi Triple Harmonic, maka frekuensi aslinya adalah 68,33 MHz yang merupakan frekuensi mendekati VHF L.
Bagaimana cara membuat antenna 3 Band tersebut ? kembali lagi kita tiru antenna J-Pole.
Dengan rumus pembuatan antenna J-Pole, dapat kita simulasikan sbb :
J-Pole
615,00
MHz
205,00
MHz
68,33
MHz
Sisi Panjang
0,35
m
1,05
m
3,14
m
Ssi Pendek
11,60
cm
34,79
cm
104,37
cm
Celah antar elemen
1,09
cm
3,27
cm
9,82
cm
Feed Point
1,14
cm
3,42
cm
10,26
cm
Pada tabel di atas, kita bisa perhatikan panjang dari setiap elemen terdapat 2 elemen utama, yaitu sisi panjang dan sisi pendek dari masing-masing frekuensi yang ternyata panjangnya berdekatan (lihat warna dari angka-angka di atas).
Dari kondisi di atas, dapat kita ambil kesimpulan bahwa kita hanya perlu 3 elemen dengan panjang sebagai berikut : 11,06 cm, 34,79 cm, dan 104,37 cm dan dengan celah-celah sebagai berikut : 1,09 cm dan 3,27 cm.
Bila kita susun elemen dari yang terpendek ke elemen yang terpanjang maka akan didapat suatu bentuk seperti di bawah ini :
 Desain ini menggambarkan bahwa dengan antenna tipe ini kita dapat menerima pancaran dari seluruh band TV, baik VHF L dan VHF H (TVRI Nasional dan Lokal) serta UHF (stasiun TV swasta).
Semoga bermanfaat !!
24 April 2007
UPDATE
20-Maret-2013
Karena saat ini TV di Indonesia  – setau saya – tidak ada lagi yang memancar pada Band VHF Low, maka saya sarankan untuk tidak memasang elemen terpanjang (104.37cm) karena tidak perlu menerima pancaran dari Band tersebut.
UPDATE
20-02-2014

melebarkan kemampuan Motorolla GP88

Wide Band frequency modification for GP88
The basic process is just unlock lowest and highest limit of frequency.

offset 20351 94 change to 00
offset 20352 11 change to 00
offset 20358 5c change to 06
offset 20359 12 change to 27

offset 20365 94 change to 00
offset 20366 11 change to 00
offset 20372 5c change to 06
offset 20373 12 change to 27

offset 20379 94 change to 00
offset 20380 11 change to 00
offset 20386 5c change to 06
offset 20387 12 change to 27

offset 199688 5c change to 06
offset 199689 12 change to 27


Now, how is it works ?

can you see 94 paired with 11 –> 1194,
                    5c paired with 12 –>1254 and so on ?

If you put the numbers with these series 1194, 125c, 0000, 2706
          1194 hex is 4500 in decimal
          125c hex is 4700 in decimal
          0000 hex is of course 0 in decimal
          2706 in hex is 9990 in decimal
Now you can see 4500 (450.0 in frequency) is the lowest frequency permitted for Motorola (F3) and 4700 (470.0 in frequency) is the highest frequency permitted for Motorola (F3) If you change 4500 to 0000 and 4700 with 9990 it means that the limit is extended (erased ?). With this method you can change the limitation of your Motorolla RSS as your wish.

Have fun de edi – YCØHLE ycØhle@qsl.net

memodifikasi Motorolla GP 88 menjadi GP300

Modification GP88 to GP300
open the GP88 file with hex workshop or other software
change number 23 with number 14 at offset 0000000C

3133 3354 5545 3439 3230 0403 2304 0102 <– recognized as GP88 (original)
3133 3354 5545 3439 3230 0403 1404 0102 <– recognized as GP300

write to the disk, finish.
run the program, and your GP88 recognized/detected as GP300 with full GP300 features.

membuat antenna 80 meter

Sharing bagi yang ingin bekerja pada 80 meter band tetapi lahan kurang “bersahabat” :
Antenna ini adalah hasil jiplakan dari antenna karya Nadisha, 4S7NR.
4S7NR mendeskripsikan antennanya menggunakan coil bernilai 67.83 μH, dengan 104 lilitan sepanjang 3.5”, dalam tulisannya tidak disebutkan diameter coil, setelah dihitung dengan software yang ada, ternyata diameter coil adalah 1” dengan ukuran kawat 0.855mm. Selain itu juga disebutkan panjang tiap elemen adalah 3.66 meter untuk sisi dalam dan sisi luar.
Sebagai gambaran bisa dijelaskan pada gambar di bawah ini :

————————————————00000————————————————x
sisi luar (kawat B)                                               coil                            sisi dalam (kawat A)        feed point
     3.66 m                                                       67.83 μH                                3.66 m
Berhubung yang saya miliki adalah paralon ½”, maka ukuran/jumlah gulungan saya
sesuaikan dengan apa yang saya miliki, dengan penjelasan sebagai berikut :
o buat 2 buah coil dengan kawat 1 mm pada paralon 1/2″ sebanyak 151 lilitan,
nilai induktansi dari coil tersebut mendekati 67.83 μH, anda boleh menggunakan
ukuran lain, yang penting nilai induktansinya mendekati angka tersebut di atas.
o siapkan 2 pasang kawat 1.5 mm (atau lebih) sepanjang 3.66 m, dipakai sebagai
elemen sisi dalam, kita sebut sebagai kawat A.
o siapkan 2 pasang kawat 1.5 mm (atau lebih) sepanjang 2.78 m, dipakai sebagai
elemen sisi luar (dianjurkan untuk melebihkan ukuran sepanjang 50 cm), kita
sebut sebagai kawat B. Angka ini didapat setelah dilakukan trial and error pada
ketinggian 8 meter dari permukaan tanah dan bekerja pada frekuensi tengah
3.850 MHz.
o Rangkai bahan-bahan di atas dengan susunan dari feed point ke ujung antenna
sebagai berikut : kawat sisi dalam (A) – coil – kawat B.

————————————-00000———————————————————-x
sisi luar (kawat B)                                coil                                 sisi dalam (kawat A)                  feed point
2.78 m                                           67.83 μH                                        3.66 m

Rancangan ini akan resonant pada frekuensi sekitar 3.250MHz s/d 3.850MHz.
Bila ingin bekerja pada frekuensi lebih tinggi, kurangi panjang elemen sisi luar
(kawat B). Begitu pula bila ingin bekerja pada frekuensi yang lebih rendah,
tambahkan panjang elemen sisi luar (kawat B).
Setiap mengurangi/menambah elemen sepanjang 5 cm berakibat perubahan
frekuensi sebanyak 19 KHz.
Untuk menyesuaikan panjang elemen, elemen bisa ditekuk (dilipat) sesuai ukuran
yang diharapkan. Dalam menggunakan antenna ini, saya mengunakan balun 1:1.

salam,
edi-YC0HLE.

Untuk mudahnya, silahkan klik di link ini 🙂