Hellen Keller “Security is mostly a superstition. It does not exist in nature, nor do the children of men as a whole experience it. Avoiding danger is no safer in the long run than outright exposure. Life is either a daring adventure, or nothing.”

proteksi BB menggunakan Blackberry Protect

Setelah coba2 mengaktifkan Blackberry Protect pada perangkat BB, saya dapat mengetahui :

  • lokasi keberadaan BB
  • membunyikan alarm/suara di BB
  • mengirim pesan ke BB
  • mengunci BB
  • menghapus isi BB
  • dll

Daftarkan BB Anda melalui sub menu Applications

Masukkan Blackberry ID username dan password, lalu akan muncul menu sbb :

Lakukan Back Up pertama kali dengan meng-klik menu seperti ini

Setelah mendaftar melalui BB, maka kita bisa login ke http://protect.blackberry.com

masukkan Blackberry ID username dan password
Setelah berhasil login, kita dapat mengetahui :
LOKASI BB

Membunyikan Alarm atau mengirim pesan ke BB

Suara alarm yang dihasilkan keras sekali, bahkan saat status speakernya silent tetap berbunyi.
Message yang masuk ke BB berupa kotak berwarna merah beserta pesan yang dibuat di website

Memblokir atau menghapus isi Blackberry  –> gak berani coba 🙂

programming PC port : difference between serial and parallel port

When I want to use ports in PC for controlling devices and reading sensor’s status, there are so many options.
As a new programmer, I choose standard and old type ports like serial and parallel port.

OK, lets see the difference of those ports in programming using Visual Basic.

SERIAL PORT

Visual Basic can directly read and write Serial Port, we can write the code easily without any additional library.

Here are the VB 2008 codes for serial port:

  • SerialPort1.CDHolding
  • SerialPort1.DsrHolding
  • SerialPort1.RtsEnable

the status True if there is positive current signal get into these pins
the status False if there is negative or zero current  signal get into these pins

  • SerialPort1.DtrEnable
  • SerialPort1.CtsHolding

if enabled, the pins status  is set to True and it will have +5Volts to +15Volts current
if disabled, the pins status is set to False and it will have  -5Volts to -15Volts current 

For example :
connect the Pin 1 (CD) to Pin 4 (DTR)
write the code to Enable DTR

      SerialPort1.DtrEnable=TRUE
      SerialPort1.CDHolding = True
write the code to Disable DTR
      SerialPort1.DtrEnable=FALSE
      SerialPort1.CDHolding = False

PARALLEL PORT


The Parallel Port is divided into 3 groups of pins; Data Port, Status Port, and Control Port.

DATA PORT
How to set the bit value 0 or 1 to Data Ports ?

To send various value to Data Ports, use this method:
bit0 x 2^0 = value for D0
bit1 x 2^1 = value for D1
bit2 x 2^2 = value for D2
bit3 x 2^3 = value for D3
bit4 x 2^4 = value for D4
bit5 x 2^5 = value for D5
bit6 x 2^6 = value for D6
bit7 x 2^7 = value for D7

For example :
to set enable Data Ports 2,4, and 5, we have to calculate as follows :
Port 2 = D1
Port 4 = D3
Port 5 = D4

nilai = ( 0 x 2^0 ) + ( 1 x 2^1 ) + ( 0 x 2^2 ) + ( 1 x 2^3 ) + ( 1 x 2^4 ) + ( 0 x 2^5 ) + ( 0 x 2^6 ) + ( 0 x 2^7 )

The value of nilai is = 0 + 2 + 0 + 8 + 16 + 0 + 0 + 0 = 26

STATUS PORT and CONTROL PORT
To read the Status Port, we have to know that the Status and Control Ports value is not logical, but numbers, and the numbers vary depends on variations of active ports.
After doing some experiment, i have the numbers for Status Port as follows :
Note : $ sign is separator between numbers

  • S6 = “$63$191$31$47$55$159$175$183$15$23$39$143$151$167$7$135$”
  • S7 = “$191$255$223$239$247$159$175$183$207$215$231$143$151$167$199$135$”
  • S5 = “$31$223$95$79$87$159$15$23$207$215$71$143$151$7$199$135$”
  • S4 = “$47$239$79$111$103$175$15$39$207$231$71$143$167$7$199$135$”
  • S3 = “$55$247$87$103$119$183$23$39$215$231$71$151$167$7$199$135$”
and for Control Ports as follows:
  • C0 = “$205$207$201$203$”
  • C1 = “$206$207$202$203$”
  • C2 = “$200$201$202$203$”
The values only valid for on board LPT ports, not for additional port, like PCI to LPT port.
PCI to LPT ports only have Data Ports and Status Ports, I don’t know why.
Here is the Status value for not onboard LPT port :
  • S6 = “$56$184$24$40$48$152$168$176$8$16$32$136$144$160$0$128$”
  • S7 = “$184$248$216$232$240$152$168$176$200$208$224$136$144$160$192$128$”
  • S5 = “$24$216$88$72$80$152$08$16$200$208$64$136$144$7$192$128$”
  • S4 = “$40$232$72$104$096$168$08$32$200$224$64$136$160$0$192$128$”
  • S3 = “$48$240$80$096$112$176$16$32$208$224$64$144$160$0$192$128$”

(I will attach the sample sooner)

menyimpan informasi penting dari BB

Supaya tidak mengalami kesulitan dalam melakukan setting di suatu hari kelak, beberapa informasi mengenai setting BB perlu dicatat, seperti :


Blackberry Webclient username dan password
biasanya setting ini dilakukan dengan menggunakan PC yang terhubung ke internet.
alamat aksesnya tergantung dari nama providernya, misal :
indosat.blackberry.com
telkomsel.blackberry.com
xl.blackberry.com
dll



Blackberry ID username dan password 
setting ini dilakukan di perangkat BB nya
biasanya username berupa alamat email


atau melalui website Blackberry ID

 Blackberry App World
untuk mengakses menu App World
biasanya username berupa alamat email, atau langsung mengambil informasi dari Blackberry ID username.





memahami kerja relay

Dalam kehidupan sehari-hari, saya sering menemukan rangkaian listrik yang menggunakan relay, seperti di dalam kelistrikan mobil, elektronik, dll.
Untuk itu saya coba memahami fungsi relay, dan yang saya dapatkan adalah sebagai berikut :
Relay biasanya digunakan untuk menghubungkan atau memutus suatu arus listrik melalui suatu mekanisme tertentu, biasanya dengan memberi tegangan atau memutus tegangan pada kaki pengendali.

Dalam gambar di bawah ini dapat diketahui bahwa :

85 adalah kaki pengendali relay kutub negatif
86 adalah kaki pengendali relay kutub positif
87 adalah kaki penerima arus dari kaki 30
30 sumber arus yang dikendalikan oleh relay

Bila kaki 86 diberikan tegangan, maka koil pada relay akan menarik batang besi yang mengakibatkan arus dari kaki 30 berjalan ke arah kaki 87.

Sedangkan pada gambar di bawah ini dapat diketahui bahwa :

85 adalah kaki pengendali relay kutub negatif
86 adalah kaki pengendali relay kutub positif
87 dan 87A adalah kaki penerima arus dari kaki 30
30 sumber arus yang dikendalikan oleh relay

Bila kaki 86 tidak diberikan tegangan, maka koil pada relay tidak menarik batang besi yang mengakibatkan arus dari kaki 30 berjalan ke arah kaki 87A.
Bila kaki 86 diberikan tegangan, maka koil pada relay akan menarik batang besi yang mengakibatkan arus dari kaki 30 berjalan ke arah kaki 87.

Dari Kondisi di atas, ada istilah yang umum digunakan adalah :

Normally Open : status relay terbuka (tidak terhubung) saat tidak ada arus pada kaki pengendali relay
Normally Close : status relay tertutup (terhubung) saat tidak  ada arus pada kaki pengendali relay
COMmon : kaki relay yang menjadi pasangan dari kaki Normally Open atau Normally Close, tergantung dari status arus yang melalui kaki-kaki pengendali relay tersebut.

Dalam 1 relay bisa saja terdiri dari lebih dari 1 set NC-NO-COM, seperti pada relay MY2N dari Omron yang mempunyai 2 set NC-NO-COM

Dengan demikian, dapat dipahami bahwa akibat dari arus yang berjalan dari kaki pengendali maka akan bisa mengendalikan 2 peralatan yang berbeda.

post ke blog via mobile device

Setelah baca-baca petunjuk di internet, mulai sekarang saya bisa post ke blog melalui perangkat HP.


Caranya adalah :
Masuk ke admin blog Anda, lalu pilih Settings, kemudian pilih Mobile and email.
Pada halaman tersebut akan muncul satu kotak yng harus diisi dengan kata rahasia Anda, misal : rahasiaku, sehingga akan mendapat sebuah email dengan alamat : purwoko_edi.rahasiaku@blogger.com.
Simpan Setting tersebut dengan meng-klik Save settings yang ada pada kanan atas halaman tersebut.
Coba kirim email ke alamat yang baru dibuat (misal: purwoko_edi.rahasiaku@blogger.com), bila ingin menyertakan gambar bisa dengan meng-attach gambar dimaksud, setelah itu kirim email tersebut.
Untuk mengetahui hasilnya dapat dilihat di blog Anda.



Purwoko E. Nugroho
INDOSAT BlackBerry®


http://www.qsl.net/yc0hle
http://purwoko-edi.blogspot.com/

membuat email BIS serasa email BES di BB

Apabila punya fasilitas BB tentunya lebih enak kalau email corporate bisa dibaca di BB.
tetapi permasalahan yg timbul adalah apabila jasa yang kita sewa dari provider telcom adalah BIS (blackberry Internet Service) bukan BES (Blackberry Enterprise Service) maka email yang kita daftarkan di BB akan lama sampai di BB.
Untuk menanggulangi masalah itu, kita bisa akali dengan cara sbb :
  • Buat email di Yahoo atau Gmail, lalu daftarkan ke BB, misal myEmail@gmail.com
  • Pada saat mendaftarkan email myEmail@gmail.com di BB, rubah Email account name dan Reply to (di Delivery Options) yang aslinya myEmail@gmail.com menjadi MrX@corp.com (email perusahaan)

  • Informasikan email baru tersebut (myEmail@gmail.com) ke Corporate Admin untuk didaftarkan ke server mail Corporate. Dalam contoh dibawah adalah mendaftarkan email external MyEmail@gmail.com ke dalam contact menggunakan Exchange Server

  • Selanjutnya adalah melakukan forward otomatis dari mail MrX@corp.com ke MyEmail@gmail.com



  • Apabila ada email untuk MrX@corp.com secara otomatis akan dikirim ke myEmail@gmail.com dan muncul di BB
  • Saat me-reply email yang masuk ke BB, penerima akan membaca email dari MrX@corp.com, bukan dari myEmail@gmail.com

Keuntungan dari metode di atas :
  • Email masuk ke BB lebih cepat dibandingkan dengan metode standar
  • Apabila ada masalah di server Corporate tidak perlu ada Validasi ulang di BB

membuat antenna TV ! UPDATE pada bagian terakhir

Gambar kurang bagus, berbayang
Seringkali kita merasa jengkel dengan buruknya penerimaan pancaran dari stasiun televisi yang kebetulan menyiarkan acara menarik.
Sudah berbagai cara diupayakan agar penerimaan menjadi lebih baik, dimulai dengan meningikan antenna, mengganti dengan antenna yang lebih banyak element-nya, sampai dengan memasang booster antenna.
Dari upaya-upaya yang dilakukan, kebanyakan hasilnya malah bikin senewen, karena kondisi penerimaan pancaran stasiun TV semakin buruk.
Hal ini disebabkan oleh posisi pemancar-pemancar televisi yang tidak pada satu arah dengan antenna televisi kita yang pada umumnya merupakan antenna tipe Yagi.


Bayangan yang agak samar sebelum dipasang booster malah jadi lebih tebal/jelas, salah satu stasiun televisi penerimaannya semakin buruk, dan lain-lain adalah akibat dari usaha-usaha yang sudah kita lakukan tersebut di atas.
Sebenarnya hal tersebut adalah wajar dan normal, mengingat karakter antenna Yagi adalah menerima pancaran terbaik  dari arah depan antenna dan pancaran dari stasiun televisi di”samping” atau di “belakang” antenna Yagi, jangan salahkan antenna atau booster Anda.
Dari kondisi ini perlu kita maklumi kalau kita tetap berpegang teguh pada tipe Yagi tersebut maka selamanya akan mengalami permasalahan yang sama.
Untuk itu perlu dipikirkan solusi yang tepat agar kondisi ini dapat diatasi dengan baik dan dengan biaya murah.
Antenna Isotropis
Jikalau posisi rumah Anda berada tidak segaris dengan stasiun-stasiun televisi yang ada, maka lebih baik anda lepas semua elemen yang ada di antenna Yagi Anda, sisakan elemen utama antenna anda, biasanya dapat kita kenali dengan adanya titik sambungan kabel pada elemen tersebut.
Dengan cara ini, maka Anda telah mendapatkan antenna tipe Isotropis, yang menerima pancaran dari segala arah tanpa ada halangan ataupun pengarahan.
Sudah selesai ? sudah puas dengan hasil yang didapat ?  Ternyata belum juga berhasil.  Masih ada penerimaan buruk pada beberapa Channel, kenapa ya ?
Ternyata untuk band televisi terdapat beberapa jangkah frekuensi, dari VHF L, VHF H, UHF, Ha ?? apa lagi ini ?
Dalam konsensus internasional, stasiun TV dapat memancar dari 3 Band, yaitu :
VHF L : 48,25 MHz s/d 67, 75 MHz
VHF H : 174.25 s/d 229,75 MHz
UHF    : 472.25 MHz s/d 788.75 MHz
Sekiranya ada 12 stasiun TV di Indonesia, maka tentunya frekuensinya akan tersebar diantara frekuensi-frekuensi tersebut di atas.
Kalau kita ingin mendapatkan antenna yang mempunyai kemampuan menerima sinyal dari banyak frekuensi, solusinya adalah : Log Periodic Yagi atau Multiband Antenna.
Log Periodic Yagi
Merupakan antenna yang berkemampuan menerima pancaran dengan jangkah yang lebar(Wide Band), berbentuk seperti antenna Yagi, tetapi sesungguhnya bukan antenna pengarah.


Lalu bagaimana mengatasi masalah ini ?
Yang belum dibahas adalah Multiband Antenna.
Untuk Multiband Antenna, kemampuanya hanya dapat menerima pada band-band yang dirancang. Banyak jenis Multiband Antenna, tapi khusus untuk masalah ini yang dibahas adalah Multiband Antenna tipe J-Pole.
J-Pole Antenna biasanya dapat dioperasikan sebagai Dual Band, yaitu bekerja pada Band desain  dan pada triple harmonic dari frekuensi desain.
Sekiranya kita hendak membuat antenna dual band untuk TV maka yang paling mungkin adalah dengan mendesain antenna pada frekuensi 205 MHz (sebagai frekuensi desain pada band VHF H.  Keuntungan dari desain ini adalah Triple Harmonic-nya adalah pada frekuensi 615 MHz merupakan frekuensi tengah UHF.
Lalu bagaimana dengan frekuensi VHF L ? secara sederhana anggap saja frekuensi desain 205 MHz adalah frekuensi Triple Harmonic, maka frekuensi aslinya adalah 68,33 MHz yang merupakan frekuensi mendekati VHF L.
Bagaimana cara membuat antenna 3 Band tersebut ? kembali lagi kita tiru antenna J-Pole.
Dengan rumus pembuatan antenna J-Pole, dapat kita simulasikan sbb :
J-Pole
615,00
MHz
205,00
MHz
68,33
MHz
Sisi Panjang
0,35
m
1,05
m
3,14
m
Ssi Pendek
11,60
cm
34,79
cm
104,37
cm
Celah antar elemen
1,09
cm
3,27
cm
9,82
cm
Feed Point
1,14
cm
3,42
cm
10,26
cm
Pada tabel di atas, kita bisa perhatikan panjang dari setiap elemen terdapat 2 elemen utama, yaitu sisi panjang dan sisi pendek dari masing-masing frekuensi yang ternyata panjangnya berdekatan (lihat warna dari angka-angka di atas).
Dari kondisi di atas, dapat kita ambil kesimpulan bahwa kita hanya perlu 3 elemen dengan panjang sebagai berikut : 11,06 cm, 34,79 cm, dan 104,37 cm dan dengan celah-celah sebagai berikut : 1,09 cm dan 3,27 cm.
Bila kita susun elemen dari yang terpendek ke elemen yang terpanjang maka akan didapat suatu bentuk seperti di bawah ini :
 Desain ini menggambarkan bahwa dengan antenna tipe ini kita dapat menerima pancaran dari seluruh band TV, baik VHF L dan VHF H (TVRI Nasional dan Lokal) serta UHF (stasiun TV swasta).
Semoga bermanfaat !!
24 April 2007
UPDATE
20-Maret-2013
Karena saat ini TV di Indonesia  – setau saya – tidak ada lagi yang memancar pada Band VHF Low, maka saya sarankan untuk tidak memasang elemen terpanjang (104.37cm) karena tidak perlu menerima pancaran dari Band tersebut.
UPDATE
20-02-2014